PEKANBARU, JurnalMandiri.id – Kegiatan lari sejauh 8 kilometer telah dilaksanakan oleh Kepolisian Daerah Riau yang dipimpin oleh Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H. beserta seluruh jajaran. Kegiatan ini diselenggarakan pada pagi hari tanggal 10 Mei 2026.
Sebagai rangkaian persiapan menuju penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026. Acara yang digadang-gadang sebagai lari setengah maraton terbesar di Pulau Sumatera tersebut rencananya akan diresmikan dan dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2026 mendatang.
Selain dijadikan sebagai kegiatan kebugaran jasmani, momen ini juga dimanfaatkan untuk membangun ikatan kebersamaan antar sesama anggota kepolisian.
Selain itu, semangat kekompakan dan solidaritas juga diperkuat melalui langkah-langkah yang dilakukan secara bersama-sama.
Tidak hanya itu, masyarakat luas pun diajak untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus didorong agar memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing.
Melalui peringatan Hari Bhayangkara yang ke-80 tahun ini, semangat positif telah disebarluaskan kepada seluruh lapisan warga.
Dengan demikian, persatuan dapat terjalin erat melalui satu tujuan yang sama, yaitu menciptakan kehidupan yang sehat, membangun kekuatan fisik maupun mental, serta menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap kondisi alam yang akan dihadapi. Tahun 2026 diprakirakan akan diwarnai dengan musim kemarau yang berlangsung dalam waktu cukup panjang.
Akibatnya, risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan diprediksi akan meningkat yang dipicu oleh pengaruh fenomena Super El Nino. Oleh sebab itu, pemahaman dan kesadaran menjaga lingkungan harus mulai dibangun dan ditanamkan sejak saat ini juga.
Perlindungan terhadap alam tidak hanya dianggap sebagai tugas yang dibebankan kepada pemerintah maupun petugas keamanan semata.

Akan tetapi, hal tersebut menjadi tanggung jawab kolektif yang harus diemban oleh seluruh warga negara tanpa terkecuali.
Mengingat bumi yang kita tempati ini hanya ada satu, maka kewajiban untuk merawat dan melestarikannya harus dijalankan dengan sepenuh hati demi kelangsungan hidup generasi yang akan datang.
(Heri Sandika)
Editor: Redaksi










