Dekat Lokasi Perbankan, Penadah Emas Hasil PETI di Benai Beroperasi Tanpa Gangguan

Aktivitas penampungan emas hasil tambang tanpa izin di kawasan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, tampaknya masih berjalan leluasa.

📰 JURNALMANDIRI.ID | KUANTAN SINGINGI — Aktivitas penampungan emas hasil tambang tanpa izin di kawasan Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, tampaknya masih berjalan leluasa.

Seorang warga yang dikenal dengan panggilan Ujang diketahui menampung hasil tambang dari berbagai lokasi di Batang Kuantan, dan kegiatannya berlangsung terbuka di dekat fasilitas umum.

📌 Baca Juga : Marak PETI Terang-Terangan di Koto Rajo Kuansing, Ratusan Dompeng Beroperasi — Diduga Dikendalikan Big Boss SBR dan AO

Berdasarkan pantauan media pada Kamis, 22 Oktober 2026, lokasi penampungan ini berada di dekat kantor BRI Pasar Benai.

Aktivitas berlangsung setiap sore hingga malam hari, dengan kedatangan warga dari berbagai kawasan yang diduga membawa hasil tambang emas.

Menurut informasi yang dihimpun warga, pelaku menjalankan dua aktivitas sekaligus: berdagang pakaian pada siang hari, dan menerima penyerahan emas pada sore hingga malam.

Warga menduga kuat adanya perlindungan atau dukungan dari pihak-pihak yang berkepentingan di lingkungan tambang sehingga operasinya tidak terganggu.

Pasokan emas yang diterima diduga berasal dari kawasan Kalimanting dan Tanjung Simandolak di wilayah Batang Kuantan, di mana puluhan unit rakit dompeng diketahui beroperasi di sepanjang aliran sungai.

Kondisi ini menambah daftar keprihatinan masyarakat atas kerusakan lingkungan yang terus berlangsung. WALHI Riau dalam siaran pers Januari 2026 telah memperingatkan kerusakan ekologis yang semakin parah di Daerah Aliran Sungai Kuantan akibat aktivitas PETI yang tidak terkendali.

📌 Baca Juga : Polda Sumsel Kawal Transformasi Sumur Minyak Masyarakat Yang Tak Berizin Menjadi Legal

Lebih dari sekadar kerusakan lingkungan, dugaan aliran dana besar dari aktivitas ini juga telah disampaikan redaksi kepada Mabes Polri guna menindaklanjuti indikasi praktik pencucian uang yang diduga terjadi di wilayah Kuantan Singingi dan sekitarnya.

Redaksi sedang berupaya mengonfirmasi hal ini kepada instansi terkait dan akan menayangkan tanggapan resmi begitu diperoleh, guna menjaga akurasi dan keberimbangan pemberitaan. (H.S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *